PROGRAM STUDI PENDIDIKAN ISLAM ANAK USIA DINI BUNGA BANGSA CIREBON

Kamis, 07 November 2019

STUDI INSPIRATIF

Edit Posted by with 2 comments


     
      Laporan Studi Inspiratif
NO
URAIAN
DOWNLOAD
1
Instrumen Laporan Study Inspiratif 2019
2
Buku Pedoman Study Inspiratif 2019
3
TOR Study Inspiratif 2019




Minggu, 22 September 2019

SOSIALISASI PENULISAN SKRIPSI 2019

Edit Posted by with 1 comment
Cirebon, 21 September 2019, bertempat di Kafe Cerdas lantai 3 IAI Bunga Bangsa Cirebon, Prodi PIAUD melaksanakan sosialisasi penulisan skripsi untuk para mahasiswa/i PIAUD yang tengah menyusun skripsi.
Acara yang dimulai pukul 13.30 WIB ini diikuti kurang lebih 80 mahasiswi PIAUD semester 7 dan dipandu langsung oleh Suzanna, M.Pd. Kaprodi PIAUD dan Eman Sulaeman, M.Ag. selaku narasumber sekaligus ketua penerbitan LP2I IAI Bunga Bangsa Cirebon. Sosialisasi penulisan skripsi ini sangat penting bagi seluruh mahsiswa semester 7 karena ada beberapa point yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.
Eman Sulaeman, M.Ag. menyebutkan bahwa untuk tahun ini mahasiswa harus melampirkan surat pernyataan bebas plagiasi,untuk penampilan skripsi tahun ini pun tidak lagi menggunakan hardcover. Penampilan/ desain skripsi tahun ini akan lebih dinamis dan marketable.


Hal - hal yang berbeda dalam penulisan skripsi ini termasuk publikasi offline dan online, semua terangkum dalam BUKU PEDOMAN PENULISAN SKRIPSI TAHUN 2019.
dengan beberapa perbedaan pedoman penulisan skripsi dari tahun - tahun yang lalu, diharapkan seluruh mahasiswa tingkat akhir yang tengah mengerjakan skripsi akan terpacu semangatnya dalam penulisan skripsi dan dapat menyelesaikan studinya tepat waktu.





Semangat !!!!
😊😊😊😊
 

Kamis, 19 September 2019

Orangtua Takjub !!! Ternyata Begini Cara Mengajarkan Calistung untuk AUD

Edit Posted by with 1 comment
Pembelajaran calistung untuk AUD memang menjadi polemik dikalangan para pendidik AUD, masih banyak orangtua yang menginginkan anaknya ketika lulus dari sekolah usia dini bisa membaca menulis dan berhitung. Bahkan sekolah untuk AUD yang mengajarkan calistung masih jadi favorit dikalangan orangtua. Padahal menurut Surat Edaran Direktorat Jenderal Manajemen Pendiika Dasar dan Menengah nomor 1839/C.C2/TU/2009 tenang penyelengaraan pendidikan tamann kanak kanak dan penerimaan siswa baru, tidak memperbolehkan mengajarkan calistung paa AUD, yang diperbolehkan hanya mengenalkan.

menjawab segala tantangan itu, Kelompok KPM IAI Bunga Bangsa Cirebon Desa Panjalin Lor mengadakan Seminar tentang " Pengenalan Metode Calistung Bagi Orang Tua dan Guru AUD " pada hari Sabtu, 24 Agustus 2019.
KPM IAI BBC Desa Panjalin Lor bersama DPL dan Narasumber Seminar Pengenalan Metode Calistung bagi orangtua dan guru AUD

Bertempat di Aula Balai Desa Panjalin Lor, seminar dihadiri oleh para orang tua yang memiliki anak usia dini dan para pendidik AUD.
antusias para peserta dalam mengikuti seminar


Suzanna, M.Pd selaku narasumber pada seminar pengenalan metode calistung untuk AUD menyebutkan bahwa pembelajaran berhitung pada anak usia dini tidak harus menggunakan angka seperti pembelajaran anak sekolah dasar, tetapi memalui permainan.

Suzanna, M.Pd juga menyebutkan bahwa mengajari anak berhitung dengan permainan itu sangat mudah, yang dibutuhkan adalah kreatifitas dari orangtua dalam membuat permainan atau ' materi' untuk belajar.
pemaparan materi seminar oleh Suzanna, M.Pd

Acara yang berlangsung selama kurang lebih 3 jam tersebut berlangsung dengan sangat interaktif. banyak peserta yang hadir takjub akan metode pengenalan calistung untuk putra putri mereka yang masih berusia dini.
keseruan bersama peserta dan seluruh panitia penyelenggara seminar

Sabtu, 11 Mei 2019

simply drawing for early childhood

Edit Posted by with 1 comment
Hai teman-teman pecinta dunia anak , dunia anak itu memang sangat menyenangkan ya, terkadang ada saja kelakuan anak yang  unik dan out of the box, dan tidak jarang juga membuat kita kewalahan. Ada beberapa trik yang bisa kita gunakan dalam kondisi seperti ini teman. Salah satunya becerita dengan menggunakan gambar. Apa saja yang harus disiapkan??
yang harus kita siapkan adalah whiteboard, board marker/spidol, dan kemampuan menggambar tentunya.
Gambarnya tidak perlu seperti lukisan karya Da Vinci ya teman-teman, cukup gambar yang sederhana dan menarik juga dekat dengan dunia anak.😊
Nah berikut ini beberapa video cara menggambar sederhana yang pastinya mudah dan pasti anak-anak suka



semoga bermanfat!!!!


source video : instagram @5.min.crafts

Selasa, 07 Mei 2019

Ujian Komperhensif sekarang ONLINE ?????????

Edit Posted by with No comments

Ujian Online via E Campus Ujian Komperehensif Prodi PIAUD
Prodi PIAUD kembali menyelenggarakan Ujian Komperehensif  sebagai salah satu syarat mengikuti sidang munaqosah, yang berbeda kali ini adalah ujian komperehensif dilaksanakan secara online melalui e-campus. Nah lo !!!

apa aja yang dujikan di ujian koperehensif ???
yang pertama : pastinya ujian tulis. ujian tulis ini dilakukan secara daring atau online....iyya online via e-campus.
kemudian yang kedua : ujian lisan. untuk ujian lisan ini bersifat luring atau offline, jadi tidak perlu koneksi internet. yang dibutuhkan ketika ujian lisan adalah pengetahuan dan wawasan yang luas tentang ilmu ke-PAUD-an, dan kesiapan mental saat diuji oleh penguji.
kemudian yang terakhir adalah laporan individu mahasiswa. untuk laporan individu bagi mahasiswa tingkat akhir dapat dikatakan dalam membuat laporan individu ini sudah tingkat expert. Kok bisa ??
sudah pasti pengalaman yang segudang dari semester awal dalam membuat makalah, laporan observasi, dan berbagai tugas, menjadikan para mahasiswa tingkat akhir menjadi expert dalam membuat laporan individu. 😄


pada tanggal 02 Mei 2019 kemarin mahasiswa/i Prodi PIAUD khususnya semester 8 kelas A, B, dan C melaksanakan Ujian Komperehensif yang untuk pertama kalinya secara Online.. Meskipun ini pertama kalinya bagi mereka, para mahasiswa/i sangat antusias dalam mengikuti ujian kali ini. Beberapa foto yang berhasil diambil ini menunjukan keceriaan para mahasiswa/i dalam mengikuti ujian.



selamat dan sukses untuk kakak - kakak mahasiswa/i yang telah mengikuti ujian komperehansif...!!!!

untuk teman-teman mahasiswa/i PIAUD, biar nanti kalau ada ujian / tugas yang mengaharuskan online tidak grogi apalagi sampai deg-degan, mulai dari sekarang harus rajin lagi belajar tentang IT. Minimal buka buka e-campus dan sering kunungi web PIAUD ini. 😄😄😄😄😄

dan yang terpenting USIA BUKAN JADI PENGHALANG UNTUK KITA TERUS BELAJAR !
semangat 💗

Minggu, 05 Mei 2019

ICEPP 2019

Edit Posted by with 2 comments
 INTERNATIONAL CONFERENCE on EDUCATIONAL PSYCHOLOGY and PEDAGOGY

Mediated by technology information and high mobility of people the world today is becoming paradoxically diverse but uniformed. There is a high demand to schools, universities, and other educational institutions to accommodate differences in the society. The differences include gender, race, ethnicity, nationality, religion, social-economic status, sexuality and ability. More and more governments encourage inclusive education to provide equal access for all regardless of their differences.  Yet, globalisation also demands uniformity. Neoliberalism views education as a vehicle to produce neoliberal agents who will benefit global economic growth.  Global and international assessment such as PISA, demands almost every government to adjust to an international standard. Education, thus, becoming more uniformed; yet, the demand to inclusive education is also high. Taking diversity into account in the midst of global educational agenda is a challenge for practitioners, providers, organiser, policymakers, and scholars in education. This conference provides a forum for all education stakeholders to discuss issues related to diversity in education and its complexity, controversies, challenges and benefit of promoting and implementing diversity in education in the globalised world. 
We will publish selected papers presented at the conference in ISI/Thomson Reuters-Indexed proceeding and we will publish papers that are not accepted for publication by the indexed proceeding in a proceeding with ISBN. (http://icepp.event.upi.edu/)

Suzanna, M.Pd dan H.Barnawi, M.Si menghadiri ICEPP 2019




International Conference on Educational Psychology and Pedagogy atau disingkat ICEPP digelar kembali pada tanggal 2 Mei 2019 bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional.
Bertempat di Aston Tropicana Hotel Bandung, Uniersitas Pendidikan Indonesia selaku penyelenggara mengadirkan pembicara yang sangat kompeten dibidangnya.



 IAI Bunga Bangsa dengan bangga dapat ikut berpartisapi dalam konferensi international ini. Salah satu dosen IAI Bunga Bangsa Cirebon, Suzanna M.Pd berpartisipasi sebagai Presenter dalam konferensi ini.

Suzanna, M.Pd saat menjadi presenter ICEPP 2019

Nana dan Pensil

Edit Posted by with 3 comments



 
















Created by:
Teti Heryanti
2017.4.5.1.00729
PIAUD 4A

















Pada suatu hari, ada seorang anak perempuan melewati jalan sepi sepulang sekolah. Ia adalah Nana, seorang gadis kecil yang kehidupanya sederhana dan sedang duduk di kelas 4 SD. Hingga suatu ketika, di pertengahan jalan menuju rumah, Nana dikejutkan oleh sesuatu yang jatuh dari langit. Dan sesuatu itu menghasilkan suara gaduh di balik semak-semak. Dan ia pun merasa penasaran dengan hal tersebut. Hingga ia mulai mencari tahu apa yang sebenarnya terjatuh di balik semak-semak itu. Ia mulai mendekat, mendekat dan mendekat. Ia menyibakkan setiap semak-semak yang menghalangi matanya.











Setelah beberapa saat kemudian. Nana terkejut lagi dengan benda yang ada di balik semak-semak itu. Matanya tertuju pada benda berwarna emas berbentuk kotak seperti tempat pensil. Dia mulai bingung dengan benda itu. Harus ia apakan benda itu? Sebab benda itu sangat bercahaya.







                                                                                     












Ketika Nana mencoba membukanya. Benda itu terbuka dengan sendirinya. Sekali lagi, ia terkejut dengan peristiwa itu. Ada sebuah pensil biasa yang ada didalam benda itu, tetapi pensil itu memiliki ujung yang aneh. Seperti kepala seorang kurcaci namun menggemaskan. Dan di dalamnya ada secarik kertas.








 























Sebelum Nana mengambilnya. Ia melihat ada secarik kertas dalam benda itu. Lalu, ia mengambil kertas itu. Terdapat tulisan di dalamnya. Ia mulai membacanya, "gunakanlah untuk kebaikan. Jika tidak, kamu akan menyesal. Dan jangan sampai pensil ini jatuh ke tangan orang yang serakah". Ia hanya membaca saja tanpa memahami makna dalam tulisan tersebut. Lalu, ia mengambil pensil itu dan meninggalkan kertas itu dalam kotak, lalu menutupnya rapat-rapat. Ia tengok kanan dan kiri lalu pulang menuju rumahnya dengan tergesa-gesa. Ia ingin cepat-cepat sampai dirumahnya.



 













Sesampainya dirumah, Nana langsung masuk ke dalam kamarnya dan ingin cepat menggunakan pensil itu, ia penasaran sebenarnya pensil apa yang ia temukan itu. Ia mulai mencari kertas atau buku untuk mencoba menulis atau membuat gambar yang ingin ia buat. Nana adalah gadis kelas 4 yang sangat pandai menggambar, ia pun sering memenangkan berbagai perlombaan menggambar dan mewarnai. Terbukti dengan banyaknya piala yg berjajar rapi di dekat meja belajarnya.


















Lalu Nana menuliskan apa yang ada dipikirannya, yaitu menggambar sepasang sepatu. Karena, saat ulang tahunnya bulan lalu ia menginginkan kado sepatu dari ibunya, namun karena ibunya memiliki ekonomi yang pas-pasan, maka ibunya tidak bisa menghadiahinya sepasang sepatu. Sehingga ia berangan-angan memiliki sepatu baru.











Setelah selesai menggambar, ada hal ajaib terjadi yaitu sebuah cahaya yang keluar dari kertas yang digambar oleh Nana. Kemudian, muncullah sepasang sepatu yang sama persis dengan yang digambar olehnya. Ia benar-benar terkesima melihatnya, sampai dia bingung dengan apa yang dilihatnya. Antara bingung dan senang melihat sepatu yang ada didepannya











Nana mulai memegang dan membolak balik sepatu yang ia gambar, ia masih tak percaya dengan apa yang dilihatnya tadi, kemudian untuk meyakinkanya lagi, dia berniat mengulangi hal yang sama yaitu membuka lembaran kertas kosong yang baru untuk menggambar sesuatu lagi, Kemudian ia memikirkan sebuah tas yang ia inginkan. Dan hal ajaib  pun terjadi lagi. Ada sebuah tas yang keluar dari dalam kertas itu.








Nana mencoba untuk tidak bercerita kepada ibunya tentang hal ini. Dan menyimpannya rapat-rapat. Ia pun menggunakan pensil itu dalam segala kondisi. Sampai suatu ketika di rumahnya, ibunya tidak memiliki sesuatu untuk dimasak. Tapi, ia menggunakan pensil itu untuk menggambar ayam goreng, lauk pauk dan buah-buahan. Bahkan tidak hanya sekali ia melakukan hal tersebut. Sehingga ibunya curiga dengan hal tersebut.


 


















Di sekolah pun Nana menggunakan pensil itu namun tidak di hadapan teman-temannya. Karena ia khawatir akan ketahuan oleh teman-temannya. Tapi ada beberapa temannya yang merasa curiga dengan penampilannya yang dulu biasa-biasa saja namun sekarang penampilannya berubah drastis dengan baju seragam baru, sepatu baru, tas baru dan lain-lain. Ia semakin modern untuk keluarga yang sederhana. Bahkan teman-temannya merasa heran dengannya yang selalu memberikan sedekah pada orang miskin dan yatim piatu. Padahal ia juga adalah anak yatim yang ibunya harus banting tulang menjadi buruh cuci di desa seberang untuk memenuhi kebutuhannya.


 







Semenjak Nana memiliki pensil ajaib itu, ia semakin menjauhi teman-temannya. Ia kurang bergaul dengan temannya bahkan hampir setiap hari ia menghabiskan waktunya bersama pensil ajaib itu. Sekali waktu, ia mempraktekkan hal ajaib itu saat di sekolah, tapi mungkin ini adalah hari yang sial baginya. Diam-diam seorang temannya memperhatikan gerak-geriknya selama ini. Febi, teman sekelasnya yang penasaran dan sengaja mengintipnya yang sedang menggambar sesuatu di atas kertas. Dan Febi tercengang ketika sesuatu keluar dari kertas itu.




Sebuah eskrim cone lezat keluar dari kertas itu, Febi mulai curiga dan buru-buru menghampiri dan menangkap basah Nana. “Hei, apa yang kamu lakukan disini Nana?” tukas Febi. Nana yang terkejut melihat Febi menghampirinya langsung membuang eskrim itu dan menyembunyikan pensil ajaib itu. “Ti...dak, tidak ada apa-apa di sini!” kata Nana dengan terbata-bata. “Beri tahu aku Nana atau aku akan beri tahukan hal ini pada teman-teman dan guru-guru di sekolah ini, aku akan beri tahu semua orang kalau selama ini kamu sudah melakukan sihir Nana” Febi mengancam Nana.Tidak, tidak Febi aku tidak melakukan apapun”, Nana khawatir Febi akan mengambil pensil itu darinya.

















Tapi sebelum Nana memberitahukan hal sebenarnya. Febi mulai menggeledah Nana dan seluruh benda yang menempel di badannya. Tidak sopan, pikir Nana. Dengan segala upaya Nana menolak Febi, namun akhirnya Febi menemukan pensil ajaib itu. “Oh... jadi selama ini, kamu menyembunyikan pensil yang merubah semua penampilan kamu dan hidup keluargamu. Kalau begitu pensil ini sekarang milikku”, kata Febi dengan penuh emosi. “Ti...tidak Febi, tolong kembalikan pensil itu!” pinta Nana. Namun, Febi malah pergi dan membawa pensil itu. Nana menangis dan pulang ke rumahnya dengan penuh penyesalan.



 






Di rumahnya, Nana masih saja menyesali hal itu. Ia mengadu pada ibunya, dan menceritakan semuanya pada ibunya. “Nana takut ibu, Febi itu tidak tahu cara menggunakan pensil itu. Nana takut Febi kenapa-napa. Nanti Nana disalahkan, Bu”. Nana terus menangis dan air matanya bercucuran begitu derasnya. “Nana hanya menggunakan pensil itu pada saat yang mendesak saja, sedangkan Febi pasti akan menggunakannya secara berlebihan. Dia itu anak yang egois, Bu. Nana takut” isaknya masih terdengar begitu keras. “Tidak sayang, tidak akan terjadi sesuatu pada Febi. Kalau kamu memang peduli padanya kamu harus memperingatkannya tentang hal ini”.


 
















Meskipun Nana tidak begitu dekat dengan Febi. Tapi Nana mengetahui watak asli Febi yang sangat egois dan serakah. Setelah mengambil pensil itu, Febi melakukan hal yang tak pernah Nana lakukan. Kebetulan Febi juga sangat pandai dalam hal melukis dan menggambar seperti Nana. Namun, Febi menggunakan pensil itu sampai di luar batas. Tidak seperti Nana yang menggunakan pensil itu untuk kebaikan. Febi menggunakan pensil itu untuk mengganggu teman-temannya dan mengikuti hawa nafsunya, bukan untuk kebaikan. Hingga suatu ketika hal yang tidak menyenangkan itu terjadi.


 














Bersama seorang temannya, yaitu Marsha. Febi mengganggu setiap anak bahkan guru yang lewat di hadapan mereka. Febi menggambar sesuatu yang sangat mengangguu teman-temannya di sekolah. Hingga suatu ketika gambar yang dibuatnya itu hidup dan malah berbalik kepada Febi dan Marsha. Ya, Febi menggambar sesosok hantu untuk menakut-nakuti Nana dan anak-anak lainnya. Malah Febi dan Marsha yang dikejar oleh hantu itu.










 



















Febi dan Marsha berteriak meminta tolong, namun tak ada yang mau membantunya. Teman-temannya malah mengyumpahi Febi dan Marsha dengan kata-kata kasar, karena mereka merasa kesal dengan perbuatan Febi dan Marsha yang suka mengganggu di sekolah. “Huh, dasar kualat!”. Saat Nana mendengar kejadian itu, Nana langsung mencari Febi dan pensil ajaib itu. Karena merasa lelah dan takut, Febi dan Marsha ditemukan pingsan di halaman belakang sekolah. Sebelum warga sekolah menemukan mereka berdua, Nana lebih dulu sampai disana.



 















Nana mencari pensil itu dan pensil itu ada di genggaman tangan Febi. Ia mengambil pensil itu dan seketika pensil itu seolah hidup dan berkata pada Nana. “Hai Nana! Aku adalah pensil ajaib yang kamu temukan di dekat semak-semak saat itu. Terimakasih telah menjagaku selama ini. Tapi, janganlah kamu meniru perbuatan teman-temanmu ini. Mereka tidak menggunakanku untuk kebaikan, sehingga aku memberikan pelajaran kepada mereka. Ingat Nana! Kamu harus berusaha lebih baik untuk mendapatkan sesuatu, Febi terlalu berambisi untuk mewujudkan keinginannya, dia dan temannya itu suka mengganggu orang lain. Semoga kamu bisa jadi anak yang mandiri dan membanggakan keluargamu”.






Nana terkesima dengan hal itu. Begitu cepatnya pensil itu menghilang. Lalu Febi Marsha bangun dalam keadaan yang lemah karena dikejar-kejar oleh hantu tadi. Kemudian mereka berdua bangun dan dibantu oleh satpam sekolah. Namun, Nana masih memikirkan apa yang dikatakan pensil ajaib tadi. Dan ia teringat dengan kata-kata yang ada di kertas saat ia pertama kali menemukan pensil itu. "gunakanlah untuk kebaikan. Jika tidak, kamu akan menyesal. Dan jangan sampai pensil ini jatuh ke tangan orang yang serakah".

=T.A.M.A.T=



Amanat:
·       Kesempatan itu hanya datang sekali. Gunakanlah kesempatan dengan sebaik-baiknya. Jangan sampai  kau sia-siakan!
·       Berusahalah lebih baik untuk mendapatkan sesuatu
·       Janganlah suka mengganggu orang lain.
·       Jadi anak yang mandiri

-Teti Heryanti-


Cerita ini dibuat oleh:
Teti Heryanti
2017.4.5.1.00729